Wednesday, June 20, 2012

Pentingnya Mengenal Jenis & Pemicu Sakit Kepala

  1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat Sebagian besar manusia pernah mengalami sakit kepala, mulai dari balita hingga manula. Pemicu atau penyebab sakit kepala ini pun sangat beragam. Tingkah laku para pemimpin yang katanya terhormat pun bisa menyebabkan sakit kepala, iya kan? heheheh…
Mengenal jenis dan pemicu sakit kepala penting diketahui untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kalau anda membiarkan sakit kepala yang anda derita (mungkin menurut anda penyakit kepala biasa), syukur kalau memang sakit kepala biasa, tapi bagaimana kalau sakit kepala yang anda derita ternyata gejala-gejala penyakit yang sangat serius, bisa berakibat fatal loh, misalnya stroke, pendarahan otak, koma atau bahkan kematian.
Terinspirasi oleh sakit kepala yang saya alami dan semangat berbagi, maka terciptalah artikel ini.
Tadi malam kepalaku sakit lagi, pelipis berdenyut-denyut T_T Kira-kira 30 menit sebelumnya saya makan sop daging sapi. Sebenarnya sudah lama saya curiga dan menjadikan daging sebagai tersangka penyebab sakit kepala yang saya derita, karena hampir setiap selesai mengkonsumsi daging, sakit di kepala kambuh. Namun bukti-bukti belum cukup untuk menjadikan daging sebagai terdakwa (baca: pemicu). Penyelidikan pun terus berlanjut.
Saya mendatangi dan mengeksplorasi perpustakaan dunia untuk mengetahui seluk-beluk sakit kepala, teringat nasihat orang tua kita bahwa untuk mencari solusi suatu permasalahan mulailah dari mencaritahu akar permasalahan.
Ya ampuuunnn buwanyaknyaaaa… kalo dibukukan bisa mencapai 1 juta lembar nih… wkwkwkk. Tenang… tenang, saya akan menyarikannya, spesial buat Sahabat Kompasioner hhehehehh….
Akhirnya saya berhasil menangkap jenis kasus, para terdakwa penyebab sakit kepala dan tips penanganannya. Dari sini saya mengetahui ternyata dugaan saya benar bahwa daging adalah salah satu pemicu sakit kepala.
Jenis Kasus, Pemicu dan Tips Penanganan
Berdasarkan sumber penyebabnya, secara garis besar sakit kepala terbagi atas 2 yaitu:
  1. Sakit Kepala Primer (SKP)

  2. Sakit Kepala Sekunder (SKS).
SKP yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh faktor eksternal tubuh, misalnya pengaruh suhu lingkungan dan kelelahan. Terbagi atas SKP Ringan dan SKP Berat.
SKS disebabkan oleh faktor internal atau masalah struktural biologis di bagian leher dan kepala misalnya faktor genetis (keturunan) dan penyakit tertentu (Neurobiological Disorder), misalnya kanker otak, pendarahan otak, meningitis dan encepalis.
Sakit Kepala Primer
Ada dua jenis utama sakit kepala primer, yaitu yang disebabkan oleh ketegangan otot (Miogenik) dan pelebaran pembuluh darah (Vaskular).
Sakit Kepala Miogenik
Tipe sakit kepala yang paling umum, biasanya tidak bersifat permanen, relatif mudah diatasi. Gejala-gejalanya: Rasa sakit, perasaan ketat atau tertekan yang menyebar di kepala, leher dan pundak, kadang-kadang diikuti hilangnya nafsu makan, tidak bertambah sakit bila melakukan aktivitas fisik rutin, tidak disertai rasa mual dan tidak sensitif terhadap cahaya.
Pemicu: Stres, depresi, aktivitas fisik yang berat seperti olahraga, perubahan suhu lingkungan, dehidrasi, bau yang menyengat, aksesoris kepala misalnya headband yang terlalu ketat, postur tubuh saat kerja, makanan diantaranya: keju, es krim, cokelat, kopi dan daging olahan, melewati/mengabaikan jam makan, merokok, kafein, gula.
Tips Penanganan: Catat (deskripsikan) rasa sakit kepala yang diderita, waktu dan lamanya rasa sakit, ingat-ingat aktivitas yang dilakukan sebelum terjadinya sakit kepala. Tindakan yang dapat dilakukan diantaranya:
  1. Pijat atau terapi fisik,

  2. Menggerak-gerakkan badan

  3. Minum air putih

  4. Medikasi dengan obat-obatan ringan penghilang rasa sakit (perhatikan jumlah/dosis yang dianjurkan) misalnya acetaminophen, aspirin, ibuprofen,
Sakit Kepala Vaskular
Sakit kepala jenis ini disebabkan oleh dinamika pergerakan pembuluh darah otak yang menekan saraf-saraf sehingga menimbulkan nyeri. Jenis sakit kepala ini diantaranya Migren dan Klaster.
Migren
Gejala-gejalanya: sakit kepala berulang, yang banyak terjadi pada wanita, terutama menjelang menstruasi. Migren ditandai dengan sakit parah pada satu atau kedua sisi kepala, yang berlangsung selama minimal 12 jam. Jenis sakit kepala ini disertai hilangnya nafsu makan, mual dan muntah. Pada beberapa orang, migren juga ditandai dengan peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara keras. Oleh karena itu, mereka biasanya ingin beristirahat di kamar yang gelap, tenang dan sejuk.
Penyebab migren belum diketahui secara pasti, namun diduga karena faktor genetis dan lingkungan.
Pemicu: Perubahan hormon, makanan tertentu seperti keju yang telah lama disimpan, cokelat, pemanis aspartame, berlebihan mengkonsumsi kafein, monosodium glutamate (MSG), mngabaikan jam makan dan berpuasa juga dapat memicu migrain.
Tips Penanganan: Hindari faktor pemicu, obat-obatn penghilang rasa sakit dapat membantu meringankan rasa sakit
Klaster
Sakit kepala cluster adalah satu dari tipe sakit kepala yang paling menyakitkan. Sakit kepala terjadi berulang kali setiap hari pada waktu yang sama selama beberapa hari atau minggu dan kemudian mereda. Serangan sakit kepala klaster bisa berulang hingga berkali-kali dalam setahun. Rasa sakit umumnya meningkat perlahan-lahan dan menjadi sangat parah dalam beberapa menit, dan kemudian menghilang dalam satu sampai tiga jam. Lebih dari satu kali serangan sakit kepala dapat terjadi dalam sehari.
Jenis Sakit Kepala Klaster umumya berkembang dari wilayah sekitar mata dan menyebar ke seluruh wajah. Mata yang dipengaruhi oleh sakit kepala ini biasanya menjadi merah dan basah dan lubang hidung di sisi yang sama pada wajah sering menjadi meler dan tersumbat.
Sakit kepala klaster menyerang dengan cepat, biasanya tanpa peringatan.
Tanda dan gejala khusus:

  1. Sakit yang mengerikan, biasanya terdapat pada atau sekitar mata, tapi dapat merambat pada area lain di wajah, kepala, leher dan pundak.

  2. Sakit pada satu sisi

  3. Kegelisahan

  4. Keluar air mata secara berlebihan

  5. Mata merah sebagai efek samping

  6. Lendir atau basah pada lubang hisung sebagai efek samping pada wajah

  7. Berkeringat, kulit pucat pada wajah

  8. Bengkak di sekitar mata sebagai efek samping pada wajah

  9. Ukuran pupil yang mengecil

  10. Kelopak mata yang layu
Pemicu: Penyebab pasti sakit kepala klaster tidak diketahui, tetapi ketidak normalan pada hypothalamus sepertinya berperan. Serangan klaster terjadi seperti rutinitas harian, dan siklus periode klaster sering mengikuti musim dalam setahun. Pola ini menunjukkan Jam Biologis tubuh terlibat.
Tips Penanganan: Dikarenakan penyebab sakit kepala klaster tidak diketahui, anda tidak dapat mencegah kejadian pertamanya. Pencegahan dapat menolong mengurangi risiko dan tingkat keparahan serangan dan risiko peningkatan sakit kepala. Pencegahan dengan pengobatan medis dapat juga meningkatkan efektifitas pengobatan medis akut.
Sebagai tambahan, anda dapat mengurangi risiko terkena serangan dengan menghindari nikotin dan alkohol, yang sering mempercepat sakit kepala cluster.
Sakit Kepala Sekunder
Sakit kepala sekunder dapat disebabkan oleh influenza, radang sinus, tekanan darah tinggi, stroke ringan/stroke berat, cedera kepala, tumor otak, gangguan metabolisme (mis. diabetes dan penyakit tiroid), gangguan saraf mata, sakit gigi, dll. Efek samping obat dan masalah psikologis juga dapat mengakibatkan sakit kepala.
Dibawah ini merupakan gejala-gejala SKS yang harus diperhatikan dan memerlukan penanganan yang intensif dari kalangan medis/dokter:
  1. Sakit kepala parah dan tiba-tiba

  2. Sakit kepala yang terasa seperti menyengat dan menusuk-nusuk

  3. Sakit kepala terparah yang pernah Anda rasakan

  4. Sakit kepala yang terus-menerus dan memburuk

  5. Sakit kepala yang terasa setelah mengalami cedera kepala

  6. Sakit kepala disertai leher kaku, kejang, mual, muntah parah, semakin parah saat membungkuk atau membuat bingung.
Demikianlah laporan hasil penyelidikan saya, semoga bermanfaat. Terima Kasih ^_^
Salam Hangat Sahabat Kompasioner ^.^
Source/Informant:
My Self ^.^ Kompas Health, Detik Health, Medicinenet, Majalahkesehatan, Webmd, Headaches, Health, Wikipedia, Headache-Help, Okezone
===============================================================
Artikel Penulis Terkait Kesehatan dan Biologi:
  1. Hati-Hatilah Menggunakan Obat Kumur (Mouthwash) Beralkohol.

  2. Membahas Cinta Secara Biologis

  3. “Parfum Mengandung Alkohol Itu Suci Kok Pak!” ^_^

  4. Kesehatan Dalam Serbuan Radiasi Elektromagnetik Mobile Phone: Masalah & Solusi

  5. Harmonisasi Gaya Hidup Sehat dengan Jam Biologis

  6. “Yess… Terapi Sendiri Delayed Sleep Phase Syndrome (DSPS), Berhasil!”

  7. “Mas, Aman Gak Nata De Coco Bagi Pasien Diabetes?”

8 Macam Jenis Sakit Kepala dan Obatnya Yang Tepat

Tak ada orang yang tak pernah menderita sakit kepala, bahkan sebagian telah kronis. Mengenali jenis sakit kepala menuntun Anda menemukan pengobatan terbaik. Baca juga obat alami ketombe cara cepat menghilangkan ketombe di rambut.

<table cellpadding=0 cellspacing=0 class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;">Seorang wanita sedang sakit kepala</td></tr></tbody></table>Berikut, delapan (8) jenis sakit kepala, seperti diulas Womansday. Dengan mengetahui jenis/macam sakit kepala kita bisa tahu obat yang tepat untuk menyembuhkan sakit kepala.


Sakit kepala yang berasal dari mulut


Pusat sakit kepala ini bukan pada kepala, tetapi mulut atau rahang. Sakit kepala bisa dirasakan sepanjang hari, tapi penderitanya mengatakan bahwa sakit paling intens dirasakan pagi hari setelah malamnya tidak gosok gigi atau saat stres di siang hari, ketika sebagian besarnya tidak menyadari mereka menggerutukkan gigi. Bagaimana mengobatinya?

"Kebanyakan pasien tidak menyadari bahwa mereka dapat berkunjung ke dokter gigi untuk treatment oklusi khusus untuk mengobati sakit kepala," kata Colleen Olitsky DDS, dokter gigi estetik di New York dan Florida. "Gigitan seseorang, atau oklusi—gigi tumbuh berbarengan—dapat menyebabkan sakit kepala dan sakit leher."

Sakit Kepala Migren


Menurut National Headache Foundation, lebih dari 29 juta orang Amerika menderita sakit kepala migren. Bukan saja menyakitkan dan melemahkan, migren juga berhubungan dengan mual, muntah, masalah penglihatan, serta kepekaan terhadap cahaya dan suara. Meskipun sedikit yang bisa diketahui soal penyebab pasti migren, para ahli memberikan alternatif terbaik untuk pengobatan. Di antaranya, akupunktur, teknik relaksasi (latihan pernapasan, visualisasi, yoga, dan meditasi), vitamin B12 dan suplemen magnesium, dan suntikan botox.

Sakit kepala akibat obat sakit kepala


Anda minum obat sakit kepala untuk meredakannya, bukan untuk membuatnya lebih buruk. Tetapi, para ahli memperingatkan tentang jenis baru sakit kepala yang semakin umum, terutama di kalangan penderita sakit kepala kronis. Jenis baru ini disebut sakit kepala akibat obat berlebihan. Anda minum obat sakit kepala, tapi justru diikuti serangan pusing. Obat-obatan dimaksud, seperti aspirin, acetaminophen, atau ibuprofen yang diminum setiap hari. Metode pengobatan nantinya bervariasi, tergantung pada pasien dan tingkat keparahan sakit kepala.

Sakit kepala sinus


Apakah disebabkan oleh infeksi sinus atau alergi musiman, sakit kepala sinus paling sering dirasakan sebagai nyeri yang mendalam di tulang pipi, dahi, atau hidung. Sakit kepala sinus biasanya mengintensifkan gerakan kepala tiba-tiba (seperti membungkuk untuk mengambil sesuatu dari tanah), ketika terjadi pergeseran dan tekanan dalam rongga sinus Anda.

Atur penggunaan dekongestan atau antihistamin untuk memerangi gejala sakit kepala sinus. Namun, bukan tak mungkin jika dokter Anda memberikan antibiotik untuk memerangi setiap infeksi.


Sakit kepala akibat kurang tidur


Kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala hebat. Cara terbaik untuk menghadapinya adalah acetaminophen atau ibuprofen akan sedikit melegakan Anda, tapi sekaligus akan mengubah kebiasaan tidur Anda.

Cobalah untuk menjaga jadwal tidur yang sama pada akhir pekan seperti yang Anda lakukan selama seminggu. Juga, tidur malam setidaknya enam jam bila memungkinkan.

Sakit kepala berkluster


Dikenal sebagai salah satu jenis yang paling menyakitkan dari sakit kepala, sakit kepala kluster jarang terjadi. Penderitanya mengatakan bahwa sakit kepala ini menyerang dalam gelombang atau "kluster." Sakit kepala mungkin mendera selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, dan biasanya diikuti dengan periode "pengampunan" selama sebulan atau lebih.

Penyebab paling umum adalah magnesium rendah. Untuk itu, infus magnesium dapat bekerja sebagian dengan membuka pembuluh darah terbatas yang menyebabkan sakit kepala. Pilihan pengobatan yang juga dapat dilakukan, adalah terapi oksigen, anestesi lokal, dan obat-obatan lainnya.

Sakit kepala terkait stres


Setiap sumber stres bisa mendatangkan sakit kepala serius. Anda dapat minum pil untuk mengurangi gejala, tetapi pertimbangkan langkah lain untuk mengakhiri sakit kepala seluruhnya.

"Perhatikan baik-baik pada saat Anda mulai sakit kepala," kata Howard Schubiner MD, ahli sakit kepala dan nyeri di Providence Hospital di Southfield, Michigan. "Kemungkinan bahwa ada beberapa masalah besar yang mengganggu Anda pada saat itu, beberapa situasi yang mengganggu, atau situasi di mana Anda merasa terjebak dan Anda tidak bisa menyelesaikan. Jika Anda menemukan pola serangan, pikirkan tentang tekanan yang terjadi pada hari-hari tersebut."

Sakit kepala ketegangan


Ahli sakit kepala memperkirakan bahwa apa yang disebut "sakit kepala ketegangan" adalah jenis paling umum sakit kepala yang dilaporkan oleh orang dewasa. Penyebabnya termasuk kelelahan, kelaparan, paparan asap, bahkan rekan kerja Anda.

Pengobatan untuk sakit kepala ketegangan mungkin termasuk acetaminophen, ibuprofen, atau kombinasi keduanya. Bagi penderita sakit kepala ketegangan kronis, dokter juga biasa meresepkan antidepresan untuk memerangi rasa sakit. ***

8 Macam Jenis Sakit Kepala dan Obatnya Yang Tepat
Kata kunci: kesehatan, tips

<table align=left border=0 cellpadding=0 cellspacing=0 width=""><tbody><tr valign=""><td align="" valign="">Suka artikel ini ?   <script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><like expr:href="data:blog.url" font="" layout="button_count" show_faces=false width=""></like></td> <td align="" valign="">Suka situs ini ?   <script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><like font="" href="http://www.facebook.com/SimbyaPage" layout="button_count" show_faces=true width=""></like></td></tr></tbody></table><script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#appId=APP_ID&amp;xfbml=1"></script><comments href="http://simbya.blogspot.com/2011/07/8-macam-jenis-sakit-kepala-dan-obatnya.html" num_posts=10 width=580></comments>
Sumber : Womansday dan sumber lainnya

Mengatasi Batuk Pada Anak


Mengatasi Batuk Pada Anak

Batuk mungkin terlihat seperti penyakit yang ringan, tapi tetap tak boleh Bunda anggap enteng, terutama jika sudah terlalu sering menyerang si kecil. Untuk mengatasi batuk pada anak, sebelumnya Bunda perlu mengenali dulu apa penyebabnya. Apakah karena asma, bronkiolitis, croup, atau sekadar influenza.
Batuk karena asma umumnya dipicu oleh alergen, seperti udara yang dingin, bulu binatang, debu, atau asap. Obat-obatan saat ini belum ada yang bisa sepenuhnya menyembuhkan asma, tapi bisa meredakan gejalanya. Karena itu, untuk mengatasi batuk pada anak yang disebabkan oleh asma, Bunda bisa memberikannya obat asma dan menjaganya dari paparan alergen. Jika asma yang diidap si kecil masih pada taraf ringan, ia masih bisa beraktivitas dengan normal. Tapi pada kasus alergi yang lebih akut, Bunda mungkin harus memeriksakan kesehatan si kecil secara rutin.
Adapun batuk karena bronkiolitis biasanya mirip dengan gejala flu biasa, yaitu dibarengi dengan pilek, bersin, dan demam. Namun, biasanya kondisi ini berlanjut hingga lebih dari seminggu. Penyebabnya adalah infeksi virus pada bronchioles—saluran udara kecil pada paru-paru. Dalam keadaan meradang, saluran-saluran ini akan dipenuhi lendir sehingga mengganggu jalur pernapasan si kecil. Cara mengatasi batuk pada anak yang disebabkan oleh bronkiolitis adalah dengan memberi minum banyak-banyak untuk meluruhkan lendir tersebut.
Lain halnya dengan batuk sesak (croup), yang biasanya diiringi suara melengking. Meskipun jarang dibarengi dengan demam, batuk jenis ini seringkali mengganggu tidur si kecil di malam hari. Penyebabnya adalah pembengkakan pada pita suara di pangkal tenggorokan dan batang tenggorokan akibat virus pernapasan. Untuk mengatasi batuk pada anak akibat croup, Bunda bisa membukakan jendela atau menyalakan pelembap udara (humidifier) agar si kecil bisa bernapas dengan udara yang lebih segar.
Kemudian, untuk mengatasi batuk pada anak yang disebabkan oleh influenza, Bunda bisa menggunakan obat tetes hidung atau alat penyedot khusus jika si kecil belum bisa membuang lendir yang menyumbat hidungnya. Tapi untuk anak di atas usia 2 tahun, Bunda bisa memberinya obat dekongestan. Jika batuk dan pilek masih berlangsung hingga memasuki hari ke-10, barulah Bunda memeriksakan si kecil ke dokter untuk memastikan bahwa ia tak mengidap sinusitis.
Sebagai alternatif penyembuhan, Bunda juga bisa menggunakan madu yang khasiatnya sudah diakui para dokter. Selain lebih aman untuk mengatasi batuk pada anak, madu juga lebih efektif daripada dextromethorphan—kandungan utama dalam obat batuk. Namun, sebaiknya madu jangan diberikan pada bayi di bawah satu tahun untuk menghindari risiko botulisme atau keracunan.


Artikel Terkait


5 penyakit yang sering dialami bayi...........


1. infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA )
penyakit ini paling sering di alami si kecil. ISPA terdiri atas ISPA atas dan bawah.
ISPA atas adalah gangguan / penyakit yang mengenai organ saluran
pernapasan diantaranya pilek,influenza, radang tenggorokan, radang
hidung dan tenggorokan.
ISPA bawah adalah radang paru-paru ( pneumonia ) termasuk
penyakit dengan kematian tertinggi pada bayi dan anak di indonesia.
2. infeksi saluran pencernaan ( DIARE )
DIARE merupakan salah satu penyakit utama pada bayi juga anak
di indonesia. tanpa maksud menakut-nakuti DIARE pada bayi
dapat berakibat fatal bila tidak di tangani dengan baik.
3. RUAM POPOK
RUAM POPOK adalah gangguan kulit yang timbul didaerah
yang tertutup popok, kondisi ini terjadi setelah menggunakan
popok.
4. INFEKSI TELINGA BAGIAN TENGAH ( OTITIS MEDIA )
umumnya terjadi karena menjalarnya infeksi dari
tenggorokan
5. INFEKSI SALURAN KEMIH
perlu diwasapadai karena bila dalam jangka panjang tak
terdeteksi dapat menyebabkan kelainan / kerusakan
ginjal

Tips Mengatasi Infeksi Saluran Pernapasan

Kategori: Kesehatan Anak

Berikan si kecil banyak cairan agar tetap terhidrasi atau lebih baik lagi berikan si kecil ASI.
Angkat kepalanya sedikit ketika ia tidur dan selipkan handuk tebal yang dilipat untuk menopang kepalanya supaya ia lebih mudah bernapas.
Teteskan sedikit larutan garam ke dalam hidungnya dengan pipette untuk melonggarkan lender dan sedot kembali lendir cairnya supaya keluar dari hidungnya.
Jauhkan si kecil dari debu, asap rokok, bau cat, dan lainnya agar tidak memperparah pernapasannya.
Jika bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dengan dosis tepat.

Tuesday, June 19, 2012

Mengapa Suara Napas Bayiku Bunyi “Grok-grok” atau Hipersekresi Bronkus ?

Beberapa orang tua sering mengeluhkan kepada dokter bahwa suara napas berbunyi atau sering disebut Hipersekresi bronkus yang dialami bayinya. Napas berbunyi grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lebih sering dan lebih lama dan bila batuk terdapat dahak berlebihan. Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gejala alergi yang menimbulkan hipersekrtesi bronkus atau suara grok-grok pada bayi sering dicetuskan dan disebabkan karena banyak faktor. Tetapi yang paling sering terjadi justru dipicu atau diperberat karena infeksi virus ringan yang tidak terdeteksi. Sedangkan faktor lainnya dengan manifestasi lebih ringan disebabkan karena  diet ibu bila minum ASI dan makanan yang dikonsumsi termasuk susu sapi. Seringkali dokter atau orangtua sulit membedakan faktor mana yang menjadi penyebab, bahkan seringkali setiap kali timbul gejala alergi langsung divonis alergi susu sapi dan harus ganti susu khusus padahal belum tentu alergi susu sapi.
Deteksi dan pencegahan alergi sejak bayi penting karena apat mencegah atau menghilangkan perjalanan alamiah alergi jangka panjang (allergy March). Perjalanan alamiah alergi jangka panjang adalah gejala alergi setiap usia dan setiap orang akan berbeda. Pada kelmpok tertentu usia di bawah 5 tahun akan mengalami sensitif saluran cerna dan kulit, usia 5-12 tahun asma dan sering pilek pada usia di atas 15 tahun lebih sensitif hidung atau sinusitis. Bayi yang mengalami suara napas grok2 bila salah satu orang tuanya khususnya yang wajahnya sama dengan mempunyai riwayat asma maka bayi akan beresiko mengalami asma di kemudian hari. Tetapi bila salah satu orangtua tersebut tidak ada riwayat asma maka bayi hanya beresiko sensitif saluran napas dan hidung di masa depan.
Selama ini masyarakat awam menganggap suara napas yang berisik pada bayi itu diakibatkan karena dokter atau bidan tidak menyedot lendir denganbaik saat bayi baru lahir. Ternyata bukan seper itun karena kalau karena tidak disedot saat baru lahirpun lendir yang ada di saluran napas akan dikeluarkan lewat muntah atau ditelan lewat saluran cerna. Suara yang berisik di saluran napas itu sebenarnya disebabkan karena produksi cairan lendir di saluran napas bagian atas meningkat. Sebenarnya manifestasi ini juga dialami orang dewasa atau salah satu orang tuanya yang berwajah sama. Pada orang dewasa ditandai dengan produksi lendir berlebihan yang turun dari hidung ke tenggorokan atau disebut post nasal drip. Dalam keadaan seperti itu sering diikuti gejala batuk ringan sekali-sekali tetapi berulang atau sering batuk berdehem. Namun karena suaran napas bayi diameternya kecil maka suaranya lebih keras. Dengan pertambahan usia di atas usia 1 tahun suara tersebut hilang bukan karena lendirnya hilang tetapi karena saluran napas semakin membesar.
Gejala alergi yang menimbulkan gangguan bunyi “Grok-grok” atau Hipersekresi Bronkus pada bayi sering dicetuskan dan disebabkan karena banyak faktor. Tetapi yang paling sering terjadi justru dipicu atau diperberat karena infeksi virus ringan yang tidak terdeteksi. Sedangkan faktor lainnya dengan manifestasi lebih ringan disebabkan karena  diet ibu bila minum ASI dan makanan yang dikonsumsi termasuk susu sapi. Bila karena alergi makanan biasanya gangguan bunyi “Grok-grok” atau Hipersekresi Bronkus  lebih ringan. Tetapi bila terkena infeksi virus saluran napas atas maka gangguan bunyi “Grok-grok” atau Hipersekresi Bronkus  lebih terdengar keras dan kadang disertai batuk sekali-sekali, bersin dan badan teraba hangat
Melihat demikian luas dan banyaknya pengaruh alergi yang mungkin bisa terjadi, maka deteksi dan pencegahan alergi sejak dini sebaiknya dilakukan. Gejala serta faktor resiko alergi dapat dideteksi sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Alergi makanan tidak terjadi pada semua orang, tetapi sebagian besar orang mempunyai potensi menjadi alergi. Tampaknya sebagian besar orang bila dicermati pernah mengalami reaksi alergi. Namun sebagian lainnya tidak pernah mengalami reaksi alergi. Terdapat 3 faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus.
Alergi dapat diturunkan dari orang tua atau kakek dan nenek pada penderita. Bila ada orang tua menderita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. Bila ada salah satu orang tua yang menderita gejala alergi maka dapat menurunkan resiko pada anak sekitar 20 – 40%, ke dua orang tua alergi resiko meningkat menjadi 40 – 80%. Sedangtkan bila tidak ada riwayat alergi pada kedua orang tua maka resikonya adalah 5 – 15%. Pada kasus terakhir ini bisa saja terjadi bila nenek, kakek atau saudara dekat orang tuanya mengalami alergi.

Manifestasi klinis yang sering dikaitkan dengan penderita alergi pada bayi.

  • GANGGUAN SALURAN CERNA : Sering muntah/gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering REWEL / GELISAH/COLIK terutama malam hari), Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, BERAK DARAH. Feses cair, hijau, bau tajam, kadang seperti biji cabe. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.
  • Kulit sensitif. Sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Kuning Timbul kuning tinggi atau kuning bayi baru lahir berkepanjangan seharusnya setelah 2 minggu menghilang sering disebut Breastfeeding Jaundice (kuning karena ASI mengandung hormon pregnandiol).  Seringkali jadi pertanyaan mengapa sebagian besar bayi dengan ASI tidak mengalami kuning berkepanjangan. Setelah usia 6 telapak tangan dan kaki kadang berwarna kuning, sampai saat ini seringkali dianggap karena terlalu banyak makan wortel atau kelebihan vitamin A padahal selama ini hipotesa itu hanya sekedar dugaaan dan belum pernah dibuktikan dengan pemeriksaan darah. Kuning berkepanjangan meningkat pada bayi bisa sering terjadi pada bayi dengan gangguan saluran cerna dengan keluhan obstipasi (sering ngeden/mulet) dan konstipasi. Bila dicermati saat gangguan saluran cerna meningkat kuning semkai terlihat jelas dan sebaliknya saat saluran cerna membaik kuning menghilang.
  • Mulut hipersensitif. Lidah sering timbul putih kadang sulit dibedakan dengan jamur (candidiasis) atau memang kadang juga disertai infeksi jamur. Bibir tampak kering atau kadang pada beberapa bayi bibir bagian tengah berwarna lebih gelap atau biru. Produksi air liur meningkat, sehingga sering “ngeces (“drooling”) biasanya disertai bayi sering menjulurkan lidah keluar atau menyembur-nyemburkan ludah dari mulut.
  • Sesak Saat Baru lahir. Sesak segera setelah lahir. Sesak bayi baru lahir hingga saat usia 3 hari, biasanya akan membaik paling lama 7-10 hari. Disertai kelenjar thimus membesar (TRDN (Transient respiratory ditress Syndrome) /TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS). Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu) Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah. Keluhan ini sering dianggap infeksi paru atau terminum air ketuban.
  • Hidung Sensitif. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak
  • Mata Sensitif. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi atau kedua sisi.
  • Keringat Berlebihan. Sering berkeringat berlebihan, meski menggunakan AC keringat tetap banyak terutama di dahi
  • Berat Badan Berlebihan atau kurang. Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang
  • Saluran kencing. Kencing warna merah atau oranye (orange) denagna sedikit bentukan kristal yang menempel di papok atau diapers . Hal ini sering dianggap inmfeksi saluran kencing, saat diperiksa urine seringkali normal bukan disebabkan karena darah.
  • Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Gangguan Hormonal. Mempengaruhi gangguan hormonal berupa keputihan/keluar darah dari vagina, timbul jerawat warna putih. timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih
  • Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan. Pada bayi berusia di atas 6 bulan dengan keluhan sering mual, BAB ngeden atau sulit, BAB > 3 kali seringkali mengakibatkan kesulitan makan atau makan hanya sedikit yang mengakibatkan gangguan kenaikkan berat badan dan sering mengalami daya tahan tubuh menurun sejak usia 6 bulan. Pada usia sebelum 6 bulan kenaikkan pesat tetapi setelah usia 6 bulan kenaikkan relatif datar. Pada penderita hipersensitifitas non alergi (non atopi) biasa nya ghangguan berat badan dan sulit makan lebih tidak ringan dan timbul sejak usia sebelum 6 bulan tetapi setelah 6 bulan lebih buruk
  • PROBLEM MINUM ASI : minum berlebihan, berat berlebihan karena bayi sering menangis dianggap haus. Haus palsu adalah tampilan bayi sering menangis, mulutnya sering seperti mau ngempeng atau mencari puting tampak sucking refleks berlebihan dirangsang pipinya sedikit sudah seperti mencari puting. Hal itu belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. Pada bayi alergi yang sering rewel seringkali saluran cernanya sedikit sakit sehingga bila ada perasaan tidak nyaman bayi akan sering seperti ngempeng atau minta digendong. Sering menggigit puting sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu dan napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi,`karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.
PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI PADA BAYI
  • GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri. Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
  • GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menarik puting susu ibu dengan gusi atau gigi, menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut. Tampak gampang seperti gemes atau menggeram
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas bermain, memainkan mainan, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Bila minum susu sering terhenti dan teralih perhatiannya dengan sesuatu yang menarik tetapi hanya sebentar
  • EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. Sering berteriak dibandingkan mengiceh terutama saat usia 6 bulan
  • GANGGUAN MOTORIK KASAR, GANGGUAN KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR: KETERLAMBATAN BICARA: Kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik. GANGGUAN MENGUNYAH DAN MENELAN: Gangguan makan makanan padat, biasanya bayi pilih-pilih makanan hanya bisa makanan cair dan menolak makanan yang berserat. Pada usia di atas 9 bulan yang seharusnya dicoba makanan tanpa disaring tidak bisa harus di blender terus sampai usia di atas 2 tahun.
  • IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.
  • Memperberat ADHD dab Autis. Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTIS (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi). Tetapi alergi bukan penyebab Autis tetapi hanya memperberat. Penderita alergi dengan otak yang normal atau tidak punya bakat Autis tidak akan pernah menjadi Autis.
Gejala alergi pada bayi selain makanan justru paling sering seringkali diperberat saat sakit atau terjadi oleh infeksi  berupa infeksi virus, bakteri atau infeksi lainnya. Paling sering di antaranya adalah infeksi virus. Pada bayi tanda dan gejala infeksi virus ringan ini lebih sulit dikenali. Biasanya hanya berupa badan sumer teraba hangat hanya di kepala, telapak tangan dan badan bila diukur suhu normal. Biasanya disertai bersin, batuk sekali-sekali dan pada anak bayi tertentu nafas bunyi grok-grokFlu pada bayi jarang sekali menimbulkan hidung meler biasanya hanya basah sedikit di sekitar hidung atau batuk sekali-sekali karena refleks batuk pada bayi basih belum sempurna.  Bahkan sebagian dokter menilai gejala infeksi virus tersebut dianggap sebagai gejala alergi.Pada keadaan sakit seperti itu biasanya ada kontak yang sakit flu, demam, batuk atau infeksi virus ringan lainnya di dalam di rumah. Sayangnya orangtua juga sering tidak menyadari bahwa selama ini sering terkena infeksi virus yang gejalanya tidak khas tersebut. Gejala infeksi virus yang ringan yang dialami oleh penderita dewasa berupa badan ngilu, terasa pegal,nyeri tenggorokan atau kadang disertai  sakit kepala. Gejala ringan, tidak khas dan cepat membaik ini sering dianggap “gejala mau flu tidak jadi”, masuk angin, kurang tidur, panas dalam atau kecapekan
PENYEBAB ALERGI MAKANAN PADA BAYI
Alergi makanan lebih sering terjadi pada usia bayi atau anak dibandingkan pada usia dewasa. Hal itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna pada anak. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan pertambahan usia, ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik. Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia membaik.
Gejala dan tanda karena reaksi alergi pada anak dapat ditimbulkan oleh adanya alergen dari beberapa makanan tertentu yang dikonsumsi bayi. Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein, glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul lebih dari 18.000 dalton, tahan panas dan tahan ensim proteolitik. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein dan berkisar antara 14.000 sampai 40.000 dalton. Molekul-molekul kecil lainnya juga dapat menimbulkan kepekaan (sensitisasi) baik secara langsung atau melalui mekanisme hapten-carrier.
Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada bayi yang paling sering. Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi susu. Sekitar 1-7% bayi pada umumnya menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sedangkan sekitar 80% susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap protein susu sapi atau alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul.
Pada bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif maka diet yang dikonsumsi ibu sangat berpotensi menimbulkan gangguan alergi. Diet ibu yang sangat berpotensi menimbulkan gangguan pada bayi yang paling sering adalah ikan laut (terutama yang kecil seperti udang, kerang, cumi dan sebagainya), kacang tanah dan buah-buahan (tomat, melon, semangka).
Saat pemberian makanan tambahan usia 4-6 bulan, gejala alergi pada bayi sering timbal. Jenis makanan yang sering diberikan dan menimbulkan gangguan adalah pemberian buah-buahan (jeruk, dan pisang), bubur susu (kacang hijau), nasi tim (tomat, ayam, telor, ikan laut (udang, cumi,teri), keju, dan sebagainya. Sehingga penundaan pemberian makanan tertentu dapat mengurangi resiko gangguan alergi pada anak. Menurut beberapa penelitian pemberian multivitamin pada bayi beresiko alergi ternyata meningkatkan gangguan penyakit alergi di kemudian hari.

Cara Meredakan Demam Pada Anak Dan Bayi

Jika anda sedang mempunyai seorang anak balita dan tiba tiba panas, jangan panik dulu karena semua itu bisa karena hal sepele dan juga kadang diluar nalar kita, namun hal ini sering terjadi dalam kehidupan masyarakat kita saat ini, apalagi dengan biaya Rumah Sakit yang mahal bagi kaum papa.


Berikut ini adalah hal hal atau penyebab anak balita sakit;

1. Keseleo

Balita sering mengalami keseleo pada bagian tubuh tubuh tertentu yang mana sering membuat badab anak balita demam tinggi dan sering menangis, kalau yang sakit kita , pasti akan berkata bagian mana atau sakit yang kita rasakan, tapi kakau balita yang sakit beda. mereka hanya bisa menangis dan tak bisa bicara, dan sebagai orang tua anda bisa mencoba
memijitkan pada ahlin pijit khusus balita.


2.Sawanen

Sawanwn adalah hal yang kadasng dianggap mistik bagi sebagaian masyarakat kita karena dianggap tak masuk akal tapi ini terjadi pada balita, bisanya sawanen itu sendiri disebabkan karena "SHOCK" pada keadaan tertentu yang membuat balita menjadi demam tinggi. dan cara termudah untuk mengobati adalah dengan memberi sawanen  dan dioleskan dengan air di tubuh balita.


Lalu jika semua itu tak mempan ada cara lagi yang ampuh seijin ALLAH yaitu dengan menggunakan LULANG KEBO LANDOH dan BATU MERAH DELIMA, caranya  rendam salah satu atau kedua barang diatas dengan iar tawar dan kemudian dibacakan doa sesuai keinginan kita, airnya diminumkan dan atau dikompreskan paDA BALITA YANG SAKIT, SEMOGA SEMBUH.